Idenya gini: kita pinjem kemampuan orang-orang hebat, terus kita “paksa” AI buat niru gaya dan cara berpikir mereka. Misalnya, ada temen lo yang jago banget bikin iklan digital yang bikin nagih. Nah, kita tanya-tanya, bongkar rahasianya, terus kita ubah jadi prompt AI yang bisa dipake berulang-ulang. Keren kan?
Gimana Caranya “Modelling” Skill?
Nggak susah kok, cuma butuh sedikit kepo dan observasi.
- Tanya Proses Riset & Cari Info: Gimana sih dia nyari bahan? Nonton YouTube, Googling, atau ngobrol sama orang? Catet semua!
- Bongkar Proses dari Awal Sampai Akhir: Sebelum mulai ngerjain sesuatu, dia mikirin apa dulu? Apa aja langkah-langkahnya? Detilkin aja.
- Uji Kepercayaan Diri (Belief System): Kasih dia contoh output yang bagus dan jelek, terus tanya, “Menurut lo, apa yang salah dan bener dari iklan ini?” Dari sini kita bisa dapetin standar kualitasnya.
Setelah dapet semua info, saatnya kita racik jadi prompt AI. Contohnya gini:
“Kamu adalah ahli iklan digital senior yang sudah berhasil meningkatkan omzet 1.000%. Buat kamu iklan yang baik adalah iklan dengan maksimal 3 kalimat, tidak bertele-tele, to the point tapi membuka rasa penasaran/open loop di kalimat pertama. Kamu tegas dan sangat strict terhadap standar kamu, tanpa ampun, harga mati. Kamu selalu mencari iklan yang viral minimal sebanyak 5 lalu dipelajari polanya (gunakan web search untuk cari iklan yang viral). Kemudian diubah menjadi gaya sendiri dengan cara…. Sebelum menjadi output saya selalu pastikan iklan memenuhi kriteria…. Laporkan mengapa iklan ini unik dan berbeda dengan iklan secara umum….”
Gimana? Simpel tapi nampol kan? Dengan jurus “modelling” ini, AI lo bakal jadi makin pinter dan nggak cuma sekadar alat bantu, tapi beneran partner kreatif yang bisa diandalkan. Yuk, dicoba!













